Princess Deena Aljuhani Abdulaziz, The Princess of Fashion

Nama Princess Deena Aljuhani Abdulaziz, mulai terdengar luas sejak akhir 2016 lalu, saat online edition dari Vogue Arabia muncul. Kini debut cetak Vogue Arabia telah terbit, dengan Princess Deena sebagai Editor in Chief.

47766a0791f2aa4a0a4e3c30030489d5.jpg

Berbeda dengan anak perempuan lain sebayanya kala itu, masa remaja Deena dihabiskannya dengan membaca fashion bible. Ia melahap seluruh edisi majalah Vogue dengan memesannya langsung dari Amerika ke Riyadh, tempatnya dibesarkan. Seleranya akan fashion turut dibentuk oleh Tatler sejak usia dini. Dari sana ia menemukan ketertarikan yang obsesif akan proses lahirnya sebuah ide dalam penciptaan suatu karya fashion. Hasratnya yang begitu besar di bidang fashion membawanya dalam peran penting di kancah fashion internasional.

Ia mempengaruhi arus fashion di Riyadh dengan mengelola high class fashion store bernama D’NA, hingga Juli tahun lalu, dengan menggandeng nama-nama besar desainer di industri fashion seperti Jason Wu dan Erdem. Hingga kini, posisinya sebagai editor in chief majalah Vogue Arabia, atas pilihan Conde Nast International, berdasar dari kemampuan dan pengetahuannya yang mendalam akan konteks fashion yang luas dan batas-batas fashion yang melebur, tak melulu soal trend terkini tapi juga women empowerment.

Reorienting perceptions @voguearabia #voguearabia

A post shared by Deenathe1st (@deenathe1st) on

Deena menjabarkan bahwa patokan fashion yang akan dipakai oleh Vogue Arabia adalah common sense dalam masyarakat modern. Contohnya, tubuh manusia yang telanjang bisa menyerang siapa saja dalam konteks budaya yang luas, dan agama pun sama halnya demikian. Deena menekankan, ia mengerti betul bahwa budaya manapun yang menjadi latar penerbitan, Vogue harus mempertimbangkan kepekaan-kepekaan kultural sebagai parameter yang mutlak.

Mengenai selera fashion Deena pribadi, desainer Mary Katrantzou mengatakan bahwa Deena adalah gambaran dasar perempuan modern. Memperhatikan total looknya secara detail, kita akan diajak untuk menelaah item-item fashion yang mempunyai kekuatan untuk menjadi statement yang loud dan selalu berkelas.

Abaya pilihan Deena, berwarna putih dengan cutting modern yang dan aksen layer serta lengkap dengan structured clutch bag sebagai aksesorisnya. Ia membawa identitas Arab tanpa kesan tradisional yang mengekang. Ia memberikan wajah baru akan tampilan wanita modern Arab Saudi yang lebih lentur terhadap perkembangan mode.

Sebagai seorang fashion empress, Deena kerap memilih fashion item dengan aksen loud yang mengintimidasi. Ia tahu betul cara tampil stand out from the crowd dengan mengenakan long dress dengan aksen pleated yang berukuran ekstra besar, serta ruffle bermotif yang dipadukan dengan leather boots.

Deena juga terlihat dominan mengenakan monochrome outfit. Siluet yang tegas dari outfit pilihannnya menegaskan karakternya sebagai power lady.

Untuk tampilan casual pun, Princess Deena selalu tampil dramatis. Street style items-nya terdiri dari slouchy sweater dan pencil skirt dengan belahan yang memiliki layer dengan warna perpaduan warna grey yang netral dengan maroon yang berkesan royale. Ripped jeans serta strappy heels, dikenakannya dengan extra long shirt yang terlihat majestic.

Ketika dunia fashion terlihat dari luar penuh dengan hal-hal glamour yang fancy, terutama kalangan perempuan Arab saudi yang secara general diterima di dunia mode sebagai konsumen, Deena ingin menampilkan hal-hal yang lebih rinci dari dunia fashion Arabia pada Vogue Arabia, dengan fashion sebagai bagian dari modern culture mereka.

Image source: Pinterest

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s