5 Momen Penting dalam Karir Dwayne ‘The Rock’ Johnson

Dwayne Douglas Johnson, baru saja mendapat gelar The Sexiest Men Alive 2016 dari People Magazine. Sebelum memiliki karir yang gemilang di usia 44 tahun sekarang ini, Dwayne mengalami momen-momen yang membuatnya mengambil langkah penting dalam merubah hidupnya. Inilah kisah Dwayne, di balik sosok tubuh berotot dan senyum khasnya.

Trauma masa remaja

qpolitical com.jpg
Dwayne berdarah campuran African Canadian dari sang ayah, dan Samoan dari sang  ibu. (qpolitical.com)

Dwayne merasakan titik terendahnya saat remaja. Ia menyaksikan pertengkaran kedua orang tuanya di sebuah restoran. Ketika itu, umurnya 15 tahun. Ayahnya, Rocky Johnson, adalah seorang pegulat profesional yang sering meninggalkan Dwayne remaja dan ibunya. Dalam pertengkaran itu, sang ibu, Ata Mavia, berjalan ke tengah-tengah lalu lintas ramai. Pada momen itu, Dwayne remaja langsung menarik tangan ibunya dan membawanya ke tepian jalan. Momen itulah, yang diakui Dwayne, membuatnya belajar hal terpenting dalam hidupnya, bahwa hidup seseorang sangat berharga, namun bisa hilang dalam sesaat.

Menemukan figur ayah

Dwayne remaja, yang memiliki ukuran tubuh dengan tinggi badan 193 sentimeter dan berat lebih dari 90 kilogram pada saat usianya baru menginjak 16, pernah ditahan sampai sembilan kali karena ulahnya berkelahi, mencuri hingga memalsukan cek. Dwayne akhirnya memutuskan untuk berhenti nakal, saat seorang gurunya, memergokinya sedang menggunakan toilet khusus guru. Saat terpergok, Dwayne dengan santainya meneruskan urusannya, hingga selesai dan cuci tangan, di bawah pandangan marah gurunya, meskipun sang guru tak berkata apapun.

ranker-com
Dwayne saat berumur 15 tahun (ranker.com)

Kelakuannya hari itu, menimbulkan rasa bersalah hingga keesokan harinya Dwayne memutuskan untuk meminta maaf pada gurunya. Ketika mereka berjabatan, Dwayne mengaku bahwa itu adalah jabat tangan yang tak akan pernah bisa Dwayne lupakan. Saat itu juga, gurunya, yang adalah seorang kepala pelatih futbol, meminta Dwayne untuk bergabung dalam tim futbol. Sang guru, Jody Cwik, menjadi seorang mentor dan figur ayah bagi Dwayne.

Futbol yang merubah hidup Dwayne

Semenjak saat itu, futbol adalah pengubah hidupnya semasa SMA. Setelah bergabung dengan tim futbol sekolahnya, nilai-nilainya menjadi lebih baik, dan ia mulai berpikir tentang tujuan hidupnya. Pada 1991 hingga 1994, Dwayne bermain untuk tim futbol University of Miami tempatnya meraih gelar Bachelor of General Studies in Criminology and Physiology.

Ketika Dwayne hendak menanjakkan karirnya di olahraga futbol, ia harus menghadapi kekecewaan karena kegagalannya bergabung dengan National Football League, dan hanya bertahan dua bulan di Canadian Football League. Dwayne pun kembali ke titik terendahnya dan dilanda depresi.

Kemunculan The Rock

ranker3
(Dari kiri ke kanan) Rocky Johnson, The Rock, Peter Maivia (ranker.com)

Ketidakberhasilan karir futbol, membuat Dwayne memutuskan untuk mengikuti jejak ayahnya, Rocky Johnson dan kakeknya Peter Maivia, sebagai pegulat profesional. Pada 1996 ia memulai debutnya dengan nama ring Rocky Maivia dengan karakter good guy, tapi publik menganggap karakter ini tidak otentik. Akhirnya, Dwayne memutuskan untuk memunculkan karakter bad boy yang dimilikinya di atas ring. Maka, lahirlah persona The Rock. Karakter The Rock membawa tujuh belas kemenangan WWF/WWE Championships selama karirnya pada 1997 hingga akhirnya ia pensiun pada 2004.

Keaktoran Dwayne

Keinginannya untuk menjadi seorang entertainer, membuatnya memilih akting sebagai langkah karir selanjutnya. Akting bagi Dwayne, adalah sebuah usaha untuk menjangkau sebanyak mungkin penonton, bukan sebagai kesuksesan box office, tapi sebagai relasi yang dekat dengan penonton. Eksplorasinya dengan berakting pada berbagai genre film, laga, film keluarga, komedi dan drama menunjukkan hal itu.

abcnews com.jpg
Dwayne saat kelulusan SMA, dan Dwayne yang sekarang. (abcnews.com)

Pasang surut perjalanan karir, telah membentuk Dwayne Johnson menjadi sosok dengan karisma dan kekhasan yang sulit ditemukan padanannya. Meninggalkan jejak sebagai mantan atlit futbol, superstar kejuaraan WWE/WWF, aktor dengan bayaran tertinggi di dunia pada 2016 menurut Forbes, hingga mendapat tempat pada sampul People Magazine sebagai The Sexiest Man Alive tahun ini, Dwayne belum ingin berhenti menjajaki potensinya. Dua judul filmnya, telah dijadwalkan rilis tahun depan, memastikan publik belum akan kehilangan sosoknya di dunia showbiz.

Image source: people.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s